Wednesday 21 October 2015

TASGHIR

Bahasa adalah alat komunikasi di mana bahasa itu mempunyai peranan sangat penting dalam kehidupan kita, dengan bahasa kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, bahasa Arab bagi seorang muslim adalah kunci pokok membuka cakrawala pengetahuan. Dengan kunci itulah, ia dapat mengetahui kosa kata, struktur kalimat dan bentuk-bentuk kalimat lain yang ada di dalam bahasa Arab. Ilmu shorof dan nahwu hukumnya wajib dipelajari karena keduanya merupakan sarana jembatan untuk memahami al-Qur’an dan pelajaran bahasa Arab yang lain.
Pada kesempatan kali ini pemakalah mencoba untuk mengkaji sebagian dari pada struktur-struktur kalimat, yaitu tasghir yang berfungsi untuk menunjukkan keadaan kecilnya sesuatu / mengecilkan. Dalam makalah akan membahas tentang tasghir yang meliputi : pengertian tasghir, macam-macam tasghir, fungsi dan syarat tasghir.

A.    Pengertian Tasghir
Tasghir secara bahasa adalah menjadikan kecil atau mengecilkan. Secara istilah mensifati suatu perkara karena keadaannya kecil dengan cara yang singkat, atau bentuk kalimat yang berfungsi untuk menunjukkan arti kecil atau lima / sedikit.[1]
Ada 3 wazan tasghir adalah sebagai berikut :
1.      Wazan فعيل, wazan tasghir ini digunakan untuk isim tsulasi.[2]
Contohnya :  رجل - رجيل(laki-laki kecil)
-          Adapun untuk tsulasi yang setelah huruf ketiga berupa ta’rits
Contohnya : شجرة - شجيرة (pohon kecil)
-          Jika salah satu huruf dari isim tsulasi tersebut ada yang dibuang, maka, jika akan mentashgirkan huruf yang dibuang tidak harus dikembalikan pada yang asli.
Contoh :          وعيدة menjadi عدة اصله وعداة
 يديةmenjadi يد اصله يدي
-          Jika ada kalimah yang hurufnya ada yang dibuang apabila huruf yang ketiga bukan ta’rits maka mentasghirnya sesuai dengan lafadz yang ada.
Contoh : فاض – فاضي – فويض
-          Jika ada salah satu huruf dari lima tsulasi tersebut ada yang diganti dengan ta’ atau hamzah, maka jika di tasghir huruf artinya kembali.
Contoh : اخيّة menjadi اخت اصله اخو
2.      Wazan فعيعل, wazan tasghir ini untuk isim ruba’i
-          Sighat tasghir ini untuk kalimah isim yang terdiri dari 4 huruf lebih yang diikuti wazan فعيعل
Contohnya : درهم – درهيم (sedikit uang) / (uang kecil)
مسجد - مسجيد (masjid kecil)
-          Jika ada huruf yang sebelum akhir berupa huruf ilat tersebut diganti dengan ya’ yang bertardid.
Contoh : رغيف - رغيّف (sedikit roti)
-          Apabila ada isim ruba’i yang mendapat huruf zaidah baik mufrad, tasniyah, jama’.
Contoh : (gelang) اسورة - اسيورة
-          Jika ada huruf yang dibuang dalam jama’ taksir itu boleh ganti dengan huruf ya’ yang diletakkan sebelum akhir, contoh :
Contoh : (sekolah kecil) اصله : مدرسة – مدارسى - مديرس
-          Jika ada huruf yang dibuang pada jama’ taksir yang mengikuti wazan , dalam sighat tasghir pun dibuang, contoh :
Contoh : (jambu)       اصله – فعالل – فعيعل
                     سفرجل – سفارج - سفريج
3.      Wazan فعيعيل, wazan tasghir ini untuk isim khumasi yang huruf sebelum akhir berupa huruf ilat dan huruf ilat tersebut harus diganti dengan ya’
Contoh : سلطان - سليطين (raja kecil)
-          Apabila ada 5 huruf atau lebih tetapi yang satu huruf mad, maka mengikuti wazan فعيعيل, contohnya : عصفور - عصيفير
-          فعيعيل  Wazan ini untuk isim khumasi yang huruf sebelum akhir berupa huruf ilat dan huruf ilat tersebut harus diganti dengan ya’
-          فعيعيل adalah mentasghir isim yang bentuk artinya empat huruf.
Contoh :          قرطاس-قريطس
عصفور-عصيفر
Namun apabila hurufnya hanya 2 asli maka bentuk tasghirnya adalah :
a.       Jika huruf yang kedua itu shahih, maka dia ditetapkan sebagaimana aslinya setelah dibuat nama, dan jika dibentuk ditasghirkan, maka huruf yang kedua di ta’dhifkan (dobel).
Contoh :   هل – هليل
ان - انيئ
b.      Apabila huruf yang kedua itu huruf ‘ilat, maka ketika dibentuk nama (‘alam) ia harus didobelkan. Contohnya : ما،كي,  maka dibuat nama (alam) menjadi
ماء tasghirnya موي
كي tarsghirnya كييّ
Beberapa bentuk tasghir yang syadz, ulama ahli nahwu telah menyepakati bentuk-bentuk syadz adalah :
Contoh, (waktu isya’) عشاء - عشيان
(lawan) عشة – عشيشية
(beberapa a kecil) صبية - اصيبية
مغرب menjadi مغيربان akan tetapi yang paling tepat adalah menjadi bentuk مغربان tapi maknanya tetap sama.
Seperti : لقيت مغرب الشمش ومغربانهما
Artinya : aku menemuimu menjelang terbenamnya matahari.
B.     Macam-macam Tasghir
Ada dua macam tasghir :
1.      Tasghir asli yaitu  mentasghir isim yang berasal dari isim yang tidak ada huruf tambahnya.[3] Contoh :
نهر – نهير
هل – هليل
يد - يديه
2.      Tasghir tarkhim adalah mentasghirkan isim sesudah terlebih dahulu dibebaskan dari semua huruf zaidah yang ada padanya, dalam hal ini ada 2 wazan, yaitu :
-          فعيل yaitu jika isim yang bersangkitan bentuk aslinya tiga huruf, namun bila yang diberi nama dengan memakai isim tersebut adalah mudzakar, maka dibebaskan dari تاء تأنيث . bila muanas maka memakai تاء تأنيث
contoh : (mantel kecil) معطف - عطيف
(nama orang perempuan) حبلى - حبيلة
-          فعيعيل adalah mentasghir isim yang bentuk artinya empat huruf.
Contoh :          قرطاس-قريطس
عصفور-عصيفر
Namun apabila hurufnya hanya 2 asli maka bentuk tasghirnya adalah :
a.       Jika huruf yang kedua itu shahih, maka dia ditetapkan sebagaimana aslinya setelah dibuat nama, dan jika dibentuk ditasghirkan, maka huruf yang kedua di ta’dhifkan (dobel).
Contoh :     هل – هليل
ان - انيئ
b.      Apabila huruf yang kedua itu huruf ‘ilat, maka ketika dibentuk nama (‘alam) ia harus didobelkan. Contohnya : ما،كي,  maka dibuat nama (alam) menjadi
ماء tasghirnya موي
كي tarsghirnya كييّ
Beberapa bentuk tasghir yang syadz, ulama ahli nahwu telah menyepakati bentuk-bentuk syadz adalah:
Contoh, (waktu isya’) عشاء - عشيان
(lawan) عشة – عشيشية
(beberapa a kecil) صبية - اصيبية
مغرب menjadi مغيربان akan tetapi yang paling tepat adalah menjadi bentuk مغربان tapi maknanya tetap sama.
Seperti : لقيت مغرب الشمش ومغربانهما
Artinya : aku menemuimu menjelang terbenamnya matahari.

C.    Syarat-syarat Tasghir
Ada 4 tasghir yaitu :[4]
1.      Dia harus isim, karena tasghir merupakan sifat dalam satu makna fi’il dan huruf dan tidaklah merupakan dua sifat.
2.      Harus mu’rab, untuk dhomir, istifham, dan syarat dan kam hobariah dan sejenisnya tidak bisa di tasghir karena merupakan, jadi tidak bisa diubah-ubah.
Misal : مهيمن - مسيطر karena bentuknya sama dengan tasghir
3.      Tidak bisa berubah lafadz
4.      Maknanya harus bisa menerima tasghir, maka untuk isim-isim taqdim tidak bisa untuk ditasghir.
Contoh : الله، ملائكة، النبي
Fungsi suatu isim dibentuk tasghir :[5]
1.      Untuk penghinaan atau merendahkan sesuatu
Misal : جبل – جبيل
عالم – عويم
شاعر - شويعر
2.      Untuk memandang kecilnya suatu dzat
Misal : ولد - وليد
3.      Menunjukkan sedikitnya kadar sebuah bilangan
Contoh : (beberapa daun)  وريقات – يقم وريقات نافعة
اشتريت كتايابدرحيهمات
4.      Menunjukkan dekat suatu zaman / waktu
Contoh : ويتام بعيد العشاء
5.      Untuk menunjukkan kasih sayang
Contoh : ياصديقى - يابنيتى
6.      Menunjukkan dekat suatu tempat
Contoh : فويق - تحيت
7.      Menunjukkan suatu penghormatan
Contoh : البائس مسكين
8.      Menunjukkan suatu menghormati / memuja
Contoh : عزيزة



DAFTAR PUSTAKA

Dr. Amin ‘ala Sayyid,  Fi Ulum al-Sharaf, Dar al-Ma’arif, Mesir, 1119.
Ibnu Aqil ibn Abdullah, Tarjamah Alifyah Syarah Ibnu Aqil, Algensindo, Bandung, 2002.
Abbas Hasan, An-Nahwu Wafi, juz IV, Darul Ma’arif, Mesir, t.th.
Ibnu Khamdun ibn al-Haj, Hasyiyah, Dar al-Fiqr, Beirut.
Syaikh Musthofa Ghalayani,  Jami al-Durus al-Arabiyah, Beirut.


[1] Dr. Amin ‘ala Sayyid,  Fi Ulum al-Sharaf, Dar al-Ma’arif, Mesir, 1119, hlm. 130
[2] Ibnu aqil ibn Abdullah, Tarjamah Alifyah Syarah Ibnu Aqil, Algensindo, Bandung, 2002, hlm.
[3] Abbas Hasan, An-Nahwu Wafi, juz IV, Darul Ma’arif, Mesir, t.th., hlm. 633
[4] Ibid., hlm. 630-632
[5] Ibid., hlm. 629-630.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Featured post

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Faktor Keturunan ( hereditas ) Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartik...

Popular Posts

Pageviews

Powered by Blogger.