Thursday, 17 November 2016

MEMELIHARA PERSAUDARAAN

Salah satu ajaran pokok dalam Islam ialah bahwa manusia itu berasal dari satu keturunan, yaitu keturunan Nabi Adam as. Berbedanya bangsa dan bahasa, tidak samanya warna kulit, dan adat-istiadat yang beraneka ragam bukan untuk membeda-bedakan mereka, tetapi merupakan salah satu jalan untuk saling membina dan salah satu jalan untuk saling mendekati, saling membina dan saling tukar pengalaman untuk kepentingan mereka sendiri.
Demikian pula berbedanya agama dan kepercayaan janganlah menyebabkan putus hubungan, hidup rukun dengan sesama manusia harus benar-benar dilaksanakan, sebab Islam telah mengajarkan bahwa hidup di dunia ini harus tenteram, damai, jauh dari permusuhan dengan tetap teguh memegang identitas diri masing-masing. Khusus bagi sesama mukmin dan muslim, Islam telah meletakkan dasar yang kuat untuk memelihara persaudaraan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara langsung, praktis dan edukatif, diikat oleh kesamaan akidah. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Hujurat ayat 10:

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Sikap persaudaraan bukan hanya sekedar doktrin atau ajaran, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keakraban sesama muslim dapat terlihat, saling membantu dan saling memperhatikan.
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ada lima hal yang dapat mengokohkan dan mengeratkan persaudaraan sesama muslim itu, yaitu:
1.      Mengucapkan salam
Apabila bertemu antara seorang muslim dengan muslim lainnya, dianjurkan kepada salah seorang diantara mereka mengucapkan salam, dan wajib bagi yang lainnya untuk menjawabnya. Ucapan salam ini diucapkan apabila mereka bertemu atau akan berpisah. Firman Allah SWT dalam surat an-Nisa’ ayat 86 menyatakan:

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.
Saking pentingnya salam, Islam menetapkannya menjadi rukun dalam menutup ibadah shalat, sehingga tidak akan sah shalat seseorang apabila tidak ditutup dengan ucapan salam.
Setiap orang muslim yang tidak mengucapkan salam apabila bertemu dengan saudaranya, dapat dianggap belum memenuhi tatacara pergaulan secara Islam. Walaupun hukumnya tidak wajib dan tidak berdosa apabila tidak mengucapkannya, tetapi orang yang mengabaikan ucapan salam itu perlu diingatkan dengan cara yang bijaksana. Demikian pula apabila kita memasuki suatu pertemuan atau keluar dari suatu pertemuan disunahkan mengucapkan salam.
2.      Menjenguk orang sakit
Yang kedua, yang menjadi pengikat persaudaraan sesama muslim ialah menjenguknya apabila sakit, sebab dengan menjenguk yang sakit ada beberapa manfaat yang dapat dipetik:

  • Memperlihatkan turut berduka atas penyakit yang dideritanya
  • Menguatkan dan lebih dapat mempererat persaudaraan
  • Menghibur yang sakit agar bersabar dan berbesar hati.
Sikap seperti itu dapat menyebabkan lebih dekatnya persaudaraan antara yang menjenguk dan yang dijenguk. Hal ini merupakan manfaat nyata yang sifatnya lahiriah, sedangkan kalau dilihat dari segi batiniah, menjenguk orang sakit merupakan ibadah, berupa amal saleh yang dapat dijadikan bekal kita di akhirat, bahkan pahalanya sangat besar sehingga para malaikat turut mendoakan agar orang-orang yang menjenguk orang sakit dosanya diampuni oleh Allah SWT.
3.      Takziah kepada orang yang meninggal
Takziah kepada orang yang meninggal sangat dianjurkan oleh ajaran Islam, bahkan alangkah baiknya apabila turut serta menyalatkan dan terus mengantarkannya ke kuburan, sebagaimana sabda Rasulullah saw, yang artinya:

Barang siapa yang menyaksikan jenazah kemudian turut serta menyalatkannya maka baginya mendapat satu bagian, dan barang siapa yang menyaksikan jenazah sampai mengantarkannya ke kuburan mereka mendapat dua bagian. Rasulullah ditanya, apakah yang dimaksud dua bagian itu? Rasul menjawab, seperti dua gunung yang besar (pahalanya). (HR. Mutaffaqun ‘alaih)
Pengaruh atau manfaat takziah itu ada dua macam, yaitu:

  • Mengingatkan manusia kepada Tuhannya, sebab bagi orang yang hidup kejadian tersebut bisa menjadi peringatan kepadanya yang dapat menimbulkan keinsafan bahwa umur manusia itu telah ditetapkan oleh Allah, sementara ajal manusia tidak ada yang tahu kapan datangnya.
  • Mempererat hubungan dengan sesamanya, khususnya dengan keluarga yang sedang dilanda duka-cita, dengan adanya takziah kesedihannya akan berkurang.
4.      Memenuhi undangan
Berbagai macam undangan dari sesama muslim yang biasa datang kepada kita, seperti undangan pengajian, undangan syukuran, undangan pertemuan, undangan pernikahan dan sebagainya. Undangan tersebut mungkin harus kita penuhi, sebab dengan menghadiri undangan dapat mempererat persaudaraan sesama muslim. Apabila kita berhalangan dan tidak dapat memenuhi undangan tersebut, usahakanlah memberitahukannya, sehingga ketidakhadiran kita tidak menimbulkan berbagai macam prasangka bagi yang mengundang, dan lebih jauhnya untuk menghindari renggangnya tali persaudaraan.
5.      Mendoakan orang yang bersin.
Kelima, yang diharapkan dapat mempererat persaudaraan adalah mendoakan saudara kita apabila ia bersin. Apabila yang bersin mengucapkan alhamdulillah, maka yang mendengar hendaklah mengucapkan yarhamukallah apabila yang bersin laki-laki, yarhamukillah bagi yang bersin perempuan. Kemudian yang bersin menjawabnya dengan yahdikumullah wayuslih baalakum.
Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang yang bersin tidak mengucapkan alhamdulillah, janganlah didoakan”. (HR. Muslim). Demikian pula kalau yang bersin bukan orang Islam, tidak boleh kita doakan dengan ucapan yarhamukallah, sebab orang Yahudi pernah sengaja bersin di hadapan Rasulullah dengan harapan ingin didoakan dengan ucapan yarhamukallah, tetapi mendoakannya dengan ucapan yahdikumullah wayuslih baalakum.
Share:

Featured post

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Faktor Keturunan ( hereditas ) Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartik...

Popular Posts

Powered by Blogger.